Posted by edi in Kepribadian | 2 Comments
BELAJAR DARI KEGAGALAN PART 1
Pernahkah anda melihat sebutir berlian mentah?
Saya yakin jika hari ini kita berhadapan dengan beberapa butir berlian mentah, maka sebagian besar dari kita tidak akan mengenalinya. Dalam buku “ Acres of Diamond “ karya Russell H. Conwell mengisahkan tentang seseorang yang bernama Ali yang meninggalkan sebuah daerah yang luas 0,4046 Hektar berlian untuk mencari berlian ditempat lain hanya karena ketidak tahuannya bagaimana bentuk berlian mentah. Sebuah batu kasar yang bentuknya sangat buruk itu ternyata memerlukan gosokan berulang-ulang untuk menjadi sebuah berlian yang memiliki harga yang luar bisa mahal.
Ternyata sebongkah batu yang tadinya tidak berharga menjadi sangat mahal setelah melalui proses yang sangat keras.
Ada pepatah mengatakan bahwa “ hanya peperangan dan krisis besarlah yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh agung”. Bukan berarti tidak ada yang lahir pada waktu normal namun tidak ada kesempatan yang dapat membuktikan diri mereka, dan kebanyakan dari mereka selalu gagal dalam kesempatan pertama, namun kegagalan itu tidak lantas membuat mereka semau putus asa, samapai pada akhirnya mereka berhasil dan itu telah banyak kita lihat dalam semua sejarah tokoh-tokoh besar didunia dan bahkan juga di Indonesia tercinta ini.
Ada beberapa tokoh dunia yang akan saya ceritakan secara umum, bagaimana mereka semua belajar dari kegagalan mereka hingga bisa sampai pada masa kejayaan dan membuat hidup mereka begitu bersinar didunia setelah mengalami begitu banyak cobaan dan halangan serta rintangan yang pada akhirnya mereka dapat melewati semua kegagalan demi kegagalan tersebut. Hal ini perlu kita jadikan pelajaran karena ternyata apa yang mereka alami terkadang sama dengan kondisi yang ada pada kita. Beberapa tokoh tersebut :
1. Jackie Chan seorang sutradara dan Aktor terkenal
Karena tidak mampu memberi makan anakknya, orang tua Jackie ingin menjual Jackie kecil kepada seorang dokter kandungannya asal inggris seharga US $ 26 pada waktu itu, Jackie dilahirkan dalam keadaan miskin dengan nama Steve. Umur 7 ( tujuh ) tahun, Jackie bekerja di Academy of Chinese Opera, yang terkenal akan kedisiplinannya dimana lebih dari 10 Tahun, dari jam 5 pagi sampai tengah malam, tujuh hari seminggu, Jackie harus menahan diri untuk tidak melihat acara music, tari, dan pelatihan seni perang tradisional yang pada saat itu hanya bisa diikuti oleh orang-orang kaya dan anak-anak bangsawan. Namun steve tetap terus berjuang untuk menambah kemampuannya dengan mengikuti pelatihan yang brutal dan kasar, dimana siswa digigit dan dibuat jera jika tampil kurang bagus.
Setelah terus berlatih, gagal, berlatih lagi dan mempunyai kemampuan luar biasa yang ditunjukkannya akhirnya ia mendapat peran dalam sebuah film Hong Kong, walaupun hannya sebagai Stuntman. Tapi dari sanalah karir seorang Jackie dimulai, ia dipercaya sebagai coordinator stuntman, sekali lagi dengan kemampuan dan keinginan yang kuat untuk terus belajar maka akhirnya Jackie pun mampu menjadi sutradara.
Ketika Bruce Lee mati, Jackie dan bintang lainnya terpanggil untuk mengisi kekosongan. Sayangnya ia GAGAL. “ sulit, sangat sulit sekali mengikuti peran seperti apa yang telah dilakukan Bruce Lee”. Sampai pada akhirnya Jackie memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri ketimbang menjadi Bruce Lee Palsu. Akhirnya Raymond Chow dari Golden Harvest mengubahnya menjadi seorang actor terkenal dengan nama Jackie Chan, dan pada tahun 1978 pamor Jackie Chan pun naik dalam film Snake in Eagle’s Shadow.
to be continued….. Liem sioe liong ( sudono salim )



” jangan menyerah”
semangat bang…. lanjutkan ceritanya….