Posted by edi in Renungan | 11 Comments
MENGAPA KITA HARUS BANGKIT ??
Dimasa kanak-kanak kita semua pasti ingat bahwa begitu susahnya kita mampu merangkak, ngesot, atau tegak. Begitu banyak hal yang kita alami, mulai kena marah ( buat ibu yang sudah sangat kesal ama kita haha… ) sampai benjol yang tak terhingga karena bebrapa kali terbentur. Namun hebatnya nayi kecil itupun tidak pernah menyerah.. iya terus mencoba dan jatuh, mencoba lagi dan jatuh lagi berulang-ulang hingga akhirnya bayi kecil itupun bias berjalan dan membuat semua keluarga begitu senang.
Untuk sampai kepada melangkah saja, kita terus diajar selangkah demi selangkah oleh orang tua kita, bagi anak yang aktif, iya selalu melihat peluang untuk bisa tegak bahkan menjangkau apa yang dapat menjadi perhatiannya. Tujuannya sangat jelas untuk meraih sesuatu yang ia inginkan, walaupun hal itu terkadang tidak pantas dan tidak boleh dimainkan oleh anak sebayi itu. Bayi kecil tidak peduli apakah obat-obtan, air panas, gelas dan lain sebagainya yang penting baginya iya dapat mengambil apa yang menjadi tujuan. Yang luar biasanya lagi bayi kecil punya cara yang paling hebat untuk mencapai tujuannya, yaitu tangisan dan raungan, biasanya para orang tua akan memberikan perhatian baru apabila hal itu tidak boleh dimainkan oleh sibayi kecil tersebut, bahkan tidak jarang orang tua selalu berbohong dengan mengalihkan perhatian sibayi kecil dan biasanya lebih kepada binatang yang menjadi kambing hitam atau kalau dia sudah agak mengerti dengan kalimat polisi dan lain sebagainya. Hmmmm… Luar Biasanya sibayi kecil..
Namun mari kita lihat upaya yang kita lakukan sebagai bayi kecil yang manis..
Saat ini kita bisa berjalan, saat ini kita bisa berpikir baik, saat ini kita bias bicara tentang apa saja, saat ini kita bias melakukan apa saja dan saat ini kita bias menjadi apa saja!!
Bagaimana apa bila usaha kita diwaktu kecil sama seperti kondisi kita saat ini, hanya menunggu bantuan orang lain, takut untuk melakukan sesuatu bagi hidup kita, dan berbagai alasan yang kita ciptakan sendiri untuk kita membuat kita tidak mampu melakukan hal-hal terbaik dalam hidup kita atau ketakutan kita terhadap masalah yang selalu menimpa kita padahal terkadang masalah itulah yang akhirnya membuat kita lebih kuat.
Saya tidak bisa membayangkan andaikata pada waktu bayi dulu kita tidak belajar berjalan hanya karena takut jatuh dan terbentur, maka sampai sebesar ini kita terus digendong oleh orang tua kita, saya juga tidak bisa bayangkan apabila pada waktu bayi itu kita tidak mau belajar mengucapkan sesuatu hanya karena mental kita tidak sanggup maka sampai saat ini kita tidak bisa mengucapkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita dan juga kehidupan orang banyak.
Kemana kemampuan kita waktu kecil itu? Kenapa kita tidak lagi sehabat dulu… kenapa kita terlalu takut hanya karena masalah selalu dating pada kita!!!
Untuk itu MARI KITA BANGKIT dan mengembalikan kepercayaan diri, bahwa setiap masalah yang kita hadapi adalah sesuatu yang akan membuat kita PASTI lebih baik. Jangan pernah menyerah, teruslah berjuang untuk tujuan kita, bangun dan bangun dari setiap masalah yang ada, tangisilah jikalau kita sudah tidak bisa bahkan sudah tidak mau BANGKIT lagi!!!!!!



O6Ygrr angphfpiczsy, [url=http://bbdsiexlcwve.com/]bbdsiexlcwve[/url], [link=http://vtxxqquyowal.com/]vtxxqquyowal[/link], http://zzdevplhghnt.com/
bagus bang….lanjut kan…….
Bagus bang………….
Mantaaabs….Lanjutkan….
bnr justru itu banyak dari kita yang akhirnya takut menghadapi semua masalah
bahkan lebih cendrung mencari kambing hitam dari semua masalahnya ky..
tks,, udh kunjungi web saya ya?
udah lama kale bg waktu kecil dlu!
jd udah lupa caranya!
ok..
gw sependapat dengan itu..
tp kenapa generasi muda kita selalu lemah…
tp gw yakin suatu saat indonesia akan bangkit seperti dahulu…
mari kita generasi muda bangkitka semangat nasional…
merdeka indonesia….!!!!!
kita harus bangkit untuk memajukan negara kita . .
mantap bang….
mantap bang selalu berikan yang terbaik buat kita semua,mungkin ini sedikit insyaalah ada kaitanya dengan artikel abang.
Pernahkah mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.
Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.
Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.
Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:
“It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound”.
Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.
Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!
Sekarang, coba bayangkan sejenak….
……kita menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!
Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Dharma melihat
atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu kita tidak bisa
melihat indahnya dunia, kita tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan kita tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!
Bagaimana? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?
Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan…. Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.
Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!
Coba kita renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.
Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.
Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.
Kita musti selalu bankit, jangan mau tergolek dengan kesengsaraan terus…………….