Posted by edi in Kepribadian | 7 Comments
TABUNGAN EMOSI
Savings emotion– Tabungan emosi, Kata ini membuat saya menyadari bahwa emang kita harus memiliki apabila kita ingin hidup bahagia, sukses dan senantiasa mendapatkan kemudahan baik dari Allah S.W.T maupun dari sesama manusia.
Bagaimana tabungan emosi ini dilakukan dan apa dampak yang akan kita dapatkan? Saya akan mencoba mengambarkan secara gampang untuk dapat kita lakukan dalam kehidupan ini… mudah-mudahan.
Tabungan emosi ini adalah bagaimana cara kita bertindak dan berbuat hal-hal yang positif yang kita tunjukkan dan lakukan kepada seseorang dimana saja dan kapan saja. Terkadang kita sendiri menganggap kawan sejati kita mau melakukan dan membantu kita apa saja yang kita butuhkan, tapi ternyata pada suatu waktu teman karib kita tersebut tidak mau untuk membantu kita dengan apa yang kita inginkan, kita terkejut, bingung bahkan heran dan bertannya : “ kenapa teman tersebut tega padahalkan saya teman karibnya?” ternyata hal ini terjadi karena kita sudah mengambil tabungan emosi kita dari teman tersebut.
Jadi apabila kita selalu melakukan satu saja kebaikan kepada siapa saja dan dimana saja, itu artinya kita telah menabung satu sikap positif kepada orang tersebut dan apabila tabungan emosi ini penuh maka apapun yang kita inginkan dari orang tersebut akan kita dapatkan tapi sebaliknya apabila kita berbuat satu saja kejahatan dan prilaku kita yang dapat menyinggung perasaan orang lain maka kita telah mengambil atau mengurangi tabungan emosi kita terhadap orang tersebut. Sehingga yakinlah siapapun dia, apakah teman akrab sekalipun kalau tabungan emosi kita minus jangan pernah berharap kita akan mendapatkan bantuan apapun darinya.
Satu buku yang saya baca mengatakan bahwa “ apabila bola kasti/bolakaret kita lemparkan kedinding maka akan kembali secepat mungkin sesuai dengan kekutan yang kita berikan. “ artinya apabila kita ingin agar orang lain memberikan apa yang kita minta maka berikan apa yang juga menjadi permintaannya atau bisa dengan menambah tabungan emosi kita terhadapnya. hal ini yang akhirnya disebut nantinya bahwa hubungan emosional dapat membuat kita melakukan sesuatu lebih dari hubungan biasa.
Sebagai contoh : kita hanya punya tabungan sebesar 1 juta sementara kita ingin membeli sesuatu seharga 5 juta maka ini tidak akan mungkin dapat terjadi… maka kita harus menabung lebih banyak lagi untuk dapat memenuhi keinginan kita.
Mungkin ini sesuatu yang biasa… tapi begitu banyak kita yang terus mengambil tabungan kita dari orang lain…



jadi kalau kita bs ngontrol emosi pasti akan bnyk org yg sng dengan kita..
iya kan om??
benar anda…
memang substansinya seperti itu, tapi yakinlah bahwa semua yang kita lakukan akan kembali kepada kita, dibeberapa artikel lainnya saya selalu mengatakan bahwa kesuksesan itu terletak kepada kita, segala yang kita lakukan baik terhadap diri kita sendiri, maupun kepada orang lain pasti berimbas kepada kita.
contoh kasus misalnya, kita memanfaatkan seorang gadis untuk kita permainkan, maka yakinlah kita juga akan dipermaenkan pada saatnya, sehingga tinggal kita melihat sesuatu dari nilai positif tabungan kita untuk kehidupan kita yang lebih baik, bukan untuk dipermainkan. bahasa yang paling enak diucapkan adalah ” sesal kemudian tiada arti “. kalau sudah kelicikan yang kita lakukan kembali kepada kita, maka penyesalanlah yang pasti akan terucap, dan saya yakin itu akan lebih menyakitkan.
tinggal pilih.. baik atau buruk dalam kehidupan ini, kitalah yang megang kuncinya.
sukses buat anda ya????
Dear bng Adi..
“Tabungan emosi” ini merupakan hal yang menarik. membuat saya tertarik utnuk membacanya bahkan hanya dengan membaca judulnya saja. hanya saja, saya khawatir jika di bahasakan seperti tulisan abg, bisa salah dimengerti konsep dan substansi dari “tabungan emosi” ini. karena ada bahasa “… dan apabila tabungan emosi ini penuh maka apapun yang kita inginkan dari orang tersebut akan kita dapatkan “. kalimat ini terkesan “memanfaatkan” orang, setelah kita “baik2in dia”. takutnya, nanti ada orang yang sengaja memenuhi tabungan itu, untuk kemudian di manfaatkan dan setelah itu kosong, akan dibiarkan, atau mungkin ditabung lagi sampai penuh .. kemudian dihabiskan lagi.. karna banyak orang yang ketika ia ingin beli -katakanlah dompet kulit baru- yang harganya 1juta.. ia rela menabung dari uang gajinya sebulan, kemudian setelah berhasil membeli, di tidak menabung lagi… hingga ia ingin membeli sesuatu lagi..
but anyway… konsep “tabungan emosi” ini sangat menarik. yang berhasil saya tangkap adalah, bagaimana jika kita ingin cinta.. kita harus terlebih dahulu mencintai dan buat diri kita PANTAS untuk dicinta. jika kita ingin dihormati, kita harus terlebih dahulu menghormati, dan buat diri kita PANTAS untuk dihormati. semoga tabungan emosi kita senantiasa selalu penuh, di celengan manapun atau bahkan di bank manapun kita punya rekening.. heheehe…
Thx.
regard, Anda.
bisa yudit.. namun jangan diartikan kita nyimpan kayak nyimpan ditabungan? hahahaha… canda kok..
artinya setiap yang kita lakukan akan termemori ama orang lain.. jadi setiap kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain maka akan tersimpan, namun apabila kita berbuat kejahatan maka akan berkurang simpati orang kepada kita… I think u no lah…
tks,
emang emosi bisa di tabung ya bg..??
mantap kali pun…
seep .. bisa di jadikan masukan nie ….sedikit pelayaran untuk banyak teman