Dec 22, 2009

Posted by in Kepribadian | 9 Comments

MARAH MEMBUAT LUKA

Tadi malam saya seperti biasa berbincang-bincang dengan bapak Iskandar Z. Lubis, seorang pimpinan di salah satu tempat saya bekerja. Beliau lulusan ITB tahun 1995, pada awalnya beliau adalah orang yang temperamental, sehingga dikampusnya begitu banyak orang yang tidak suka padanya. Maklum orang sumatera utara dengan logat bahasa yang juga keras, walau saya tahu hatinya tidak sekeras badan dan logatnya.

Beliau menceritakan sesuatu yang luar biasa kepada saya dan saya mengangkatnya menjadi artikel ini karena saya pikir ini juga bermanfaat buat kita semua. Cerita ini mungkin sederhana tapi mempunyai makna yang luar biasa. Sungguhpun saya tau mungkin banyak dari kita yang sudah membaca cerita ini tapi paling tidak sebagai bahan ingatan kembali buat yang sudah membaca cerita ini.

Di sebuah desa ada seorang ibu yang bijaksana dengan anak yang sangat temperamental, dari kecil anak tersebut sudah Nampak begitu pemarah sehingga sangat jarang sekali mempunyai teman yang setia. Melihat kondisi semakin dewasa dan semakin parah karena sikapnya tersebut, sang anakpun bertanya kepada ibunya, “ ibu apa yang harus saya lakukan untuk bias merubah sikap saya yang pemarah ini “.. Sang ibu yang mendengar perkataan sang anak begitu kaget, karena selama ini belum pernah ia mendengarkan apapun yang disarankan ibu yang bijaksana ini kepadanya.

Lantas siibu dengan senyum yang begitu menenangkan hati berkata “ anakku.. setiap kamu marah, kamu ambil paku dan kamu pakulah dibelakang dinding rumah kita ini ”.. Sianak bingung, namun karena ia sudah janji untuk melaksanakan perintah ibunya, iapun melaksanakannya, maka setiap kali ia marah satu paku bertambah dibelakang dinding rumahnya yang terbuat dari papan.

Beberapa bulan kemudian sianakpun terlihat kaget, melihat begitu banyak paku yang tertancap di dinding belakang rumahnya, ia mulai menyadari bahwa telah begitu banyak kemarahan yang telah ia lakukan. Sianak mulai berpikir untuk tidak lagi ingin menambah jumlah paku yang tertancap didinding belakang rumahnya. Sedikit demi sedikit mulai ia kurangi hingga tidak ada lagi paku yang ia tancapkan setiap harinya.

Lantas sianakpun begitu senang dan kembali ke ibu yang bijaksana ini dan berkata, “ ibu sekarang saya sudah bisa menahan kemarahan saya kepada orang lain, lantas apa yang harus saya lakukan ibu….

Sang ibu bijaksanapun berkata, “ sekarang anakku, apabila kamu melakukan kebaikan kepada orang lain, kamu cabut satu paku yang tertancap di dinding rumah kita tersebut. Sianakpun melakukannya, satu demi satu pakupun dicabut, yang berarti sianak telah melakukan kebaikan, sampai akhirnya semua paku tercabut dan sianakpun begitu senang. Iapun kembali kepada sang ibu yang bijaksana tersebut serta berkata, “ ibu… semua paku telah tercabut, itu berarti saya sudah tidak lagi pemarah dan selalu berbuat baik kepada orang lain ibu…

Dengan senyum yang manis namun penuh arti sang ibu bijaksana berkata, “ Anakku… sekarang kamu lihat dinding belakang rumah kita yang kamu tancapkan paku dulu.. “sang anakpun melihatnya dan betapa ia begitu sedih karena didinding tersebut masih tersisa bekas paku yang telah ia cabut!!!

Sahabat..

Ceita yang telah disampaikan oleh bapak iskandar tersebut sungguh membuat saya sadar, bahwa benar setiap kali kita marah, atau mungkin menyakiti hati orang lain, itu akan berbekas selamanya, sungguhpun kita telah berbuat baik kepada orang yang pernah kita sakiti hatinya.

Mari kita sayangi semua orang dari sekarang sahabat, apabila kita ingin sukses!!!!

  1. rhea nurfitrina rosman says:

    waaaahhh,,jd sediiiiiiiiiiih,,pasti bnyak orang2 yg sudah terluka gara2aku yg ga bisa nahan emosi..:((
    baiklah,mulai saat ini aku akan belajar menahan emosi,..
    SEMANGAT!!!!!

  2. mudah-mudahan kita mampu seperti itu…
    walaupun kita tau, sulit rasanya orang yang lagi marah langsung reda..
    tapi bukan tidak mungkin hal itu bisa kita lakukan…. intinya berusahalah untuk yang terbaik buat kita.

  3. boleh kasih saran kak..
    kata orang bijak..marahlah kamu seperti kilat..
    sangat cepat dan berbahaya..
    tapi segeralah reda seperti hujan disiang hari..
    dan maafkanlah seperti kamu bersedekah..ikhlas..
    semoga bisa menghilangkan bekas luka dari amarah kita..
    salam motivasi…go..go..go

  4. benar sil.. walaupun tetap aja marah menjadi sesuatu yang selalu kita lakukan dalam memberikan reaksi negatif dari oarang lain…
    mudah2an kita bisa merubahnya ya??? Amin…

  5. sebenar nya buat apa kita marah pada seseorang???
    klo dipikir itu sangat tidak bagus karna apakah dengan marah sesuatu hal yang terjadi akan akan ke semula ngak kan!!!!!!!!! oleh sebab itu perbanyaklah sabar .oc allrise

  6. sebenarnya ada banyak cara yang saya baca di buku..
    sebagian buku mengatakan lawan dan hajar dalam arti positif, lawan dia dengan kata-kata yang baik dan positif, ada juga yang mengatakan, orang seperti itu harus dikasihani, karena ia sebenarnya butuh mengenal dirinya, tapi intinya coba liat lebih dekat.. apa sebenarnya yang terjadi padanya.

  7. green kidz says:

    om!!
    kalau saya sering d marahin ni om..
    n juga sering dsakitin.
    ada juga sih prasaan dendam, tp akhirnya d biarin aja om.
    gmn ya om cara nyadarin org yg sering nyakitin kita??

  8. benar ya atia.. kalau saja emosi kita dapat kita kendalikan yang akhirnya kita dapat membuat orang lain senang ama kita.. alangkah indah hidup ini…

    tapi tidak ada salahnya kita coba ya atia?

  9. atia masya says:

    sedih kaliii…minta maaf dulu ah sm yg pernah dimarahi
    gak mau marah2 lg deh ky nya..

    thanks a lot for dunia motivasi..keren bgt!!
    lama2 gak da orang yg marah di dunia ini kan keren..baik semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>