Feb 5, 2011

Posted by in Kiriman Sahabat | 6 Comments

Kejujuran Hati

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat semua sahabat yang telah berkunjung di Web saya ini terutama buat pengunjung tetap dan setia mengikuti semua artikel yang ada dalam web ini. Sekali lagi saya sampaikan bahwa mungkin tidak banyak yang dapat saya lakukan bagi kehidupan para sahabat, khususnya untuk menjadikan para sahabat lebih sukses dari saat ini, namun saya selalu ingin berbuat buat seluruh sahabat yang ada dimuka bumi ini agar bisa lebih baik dari apa yang dialami saat ini.

Sungguhpun saya memahami pastinya tidak mudah tapi yakinlah bukan juga berarti tidak BISA!!! Intinya kalau kita mau Insya Allah akan ada jalan untuk itu.

Terima kasih ini juga buat para sahabat yang juga ikut mengirimkan artikelnya untuk saya posting di Web ini, dengan perbaikan kalimat dan tentunya kapasitas yang terbatas maka saya akan selalu melakukan edit buat semua artikel yang masuk ke email saya di edikmer@gmail.com.

Dari sekian banyak kisah yang masuk ada bebrapa kisah yang saya anggap baik untuk menjadi renungan, wawasan, perasaan, cinta dan tentunya motivasi. Salah satu kiriman sahabat yang akan saya posting ini mungkin juga banyak sahabat yang sudah membacanya walaupun dalam kisah yang berbeda.

Semoga kita semua tetap mendapat manfaat dari cerita ini :

” Roy adalah seorang cowok yang gagah dan menjadi buta karena sebuah kecelakaan mobil yang telah merenggut pacarnya. Sejak Roy menjadi buta, ia merasa terasing dari lingkungannya, baik teman bahkan juga keluraga besar roy.  Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya, karena Roy hanya tinggal dengan saudara kandungnya setelah ditinggal mati kedua orang tuanya. Hingga kemudian hadirlah seorang cewek didalam hidupnya yang tidak lain adalah bekas pembantu rumah tangga tetangga Roy waktu tinggal dikomplek. Sulaiha nama pembantu rumah tangga tersebut sangat sayang dan perhatian pada Roy walaupun roy dulunya tidak pernah mengetahuinya. Dia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Roy sebagai suatu kekurangan yg berarti. Dia sungguh-sungguh mencintai Boy dengan tulus sejak sulaiha pertama kali melihat roy. Namun sulaiha juga menyadari posisinya karena dia hanyalah seorang pembantu, namun wajah dan penampilan sulaiha sebenarnya tidak buruk, Suatu hari berkatalah Roy kepada Sulaiha..

Roy              : Sulaiha…mengapa kamu begitu menyayangiku. .?

Sulaiha         : hmmm..entahlah. .aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu, yg aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Roy.. (tersenyum)

Roy              : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

Sulaiha         : Roy..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku. .kamu bisa ceria setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup..aku senang ketika kau merasa senang..

Roy              : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg buta seperti ini..

Sulaiha         : (menggenggam tangan Roy sambil tersenyum)

Roy              : Sulaiha..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku. ..

Sulaiha         : benarkah..?

Roy              : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan menikahimu..

Sulaiha         : (terharu) terima kasih Roy..aku sangat menyayangimu. ..

Roy              : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat menyayangimu Sulaiha..

singkat cerita…

Roy mendapatkan donor mata dan melakukan operasi cangkok mata yang akhirnya berhasil..ia mampu melihat lagi.. Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Sulaiha.. maka pergilah ia mencari sukaiha gadis yang dengan setia dan sabar menunggu serta menemaninya selama ini. Namun… alangkah terkejutnya Roy setelah melihat dan mengetahui bahwa ternyata sulaiha adalah seorang gadis buta. Roy tidak bisa menerimanya keadaan ini. Akhirnya Roypun menolak sulaiha. Roy lupa akan semua janjinya..

Sulaiha         : Bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?

Roy:             : ummm….(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu, tapi tidak dengan keadaanmu yang seperti ini….

Sulaiha         : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu. .?

Roy              : eeee iyahhh…tapi maaf sulaiha, aku tidak bisa menikah dengan gadis buta, maaf!!!

Roy pun akhirnya pergi meninggalkan sulaiha… sulaiha yang kecewa dan merasa dikhianati, memilih untuk bunuh diri. Saat mayat sulaiha ditemukan meninggal dikamarnya, ada sepucuk surat disakunya..

“Dear Roy…

Memang tidak banyak yang bisa aku berikan padamu, karena aku memang tidak memiliki apapun. Aku hanya memiliki Cinta dan itu adalah milikmu Roy. Aku akan berikan segala yang aku miliki buat orang yang aku kasihi, karena aku sangat menyayangimu. Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu, bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali, aku bahagia apabila engkau bahagia Roy.. hanya itu yang mampu aku lakukan untuk membuktikan betapa aku sangat mencintaimu. Kebahgiannmu adalah kebahagiaan juga, selamat tinggal Roy..” dari orang yang mencintaimu.

Sahabat….

Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata, melainkan juga dengan hati kita, Mata itu bisa menipu… namun hati tidak!! Kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia… semoga bermanfaat.

  1. hmmm…disinilah intinya mengapa kejujuran itu wajib diungkapkan walau apapun konsekwensinya. Benar dlm hal ini Roy berkata bukan berdasarkan kata hati yg jujur. (ini yg kusebut dlm coment sblmnya bahwa Kita tak pernah tahu apa yg mendasari kita utk berjanji). Dia mgkn tak pernah menyadari apa yg membuat begitu mudahnya ia berjanji pada Sulaiha. Krn seperti matanya yg buta, mgkn begitu jg hatinya. Dan juga benar bila orang akan menilai Roy adalah pria yg tidak tahu balas budi. Tapi jika Roy mesti menerima Sulaiha krn janjinya, apakah ini yg dinamakan Kejujuran dan Ketulusan cinta, yg hanya timbul krn adanya keharusan balas budi…atau krn faktor kasihan. Hati nurani sebenarnya tdk bs diukur secara kasat mata. Bgmn kita bs berubah 180 derjat sesaat ketika kesedihan berubah jd kebahagiaan, atau sebaliknya…itu adalah kejujuran hati yg sesungguhnya. Krn manusia itu tak pernah sempurna utk bs memilih antara kebaikan bg dirinya atau kebaikan bg org lain. Dlm hal ini pun Sulaiha tidak salah. Yg dilakukannya jg semata2 krn ego cintanya kpd Roy. Hanya sayangnya ketulusan Sulaiha berubah mjd sebuah pamrih ketika ia mengakhiri kekecewaannya dgn bunuh diri. Tragis sekali bkn, jika kita mengaku tulus memberi tp justru tak bs tulus menerima ketika apa yg kita beri tak berbalas spt yg diharapkan… that’s the point. Jujur,tulus,dan ikhlas dlm segala hal…baik saat memberi ataupun menerima. (btw, Is “kheysia name” remind you of something…heheheh. actually i do hope you will remember me by that name. i’m honest, you know…hahahahah.

  2. buat kheisya sahabat yang baik.. pada prinsipnya saya juga setuju dengan apa yang sahabat sampaikan. walaupun banyak pihak dan juga termasuk saya adalah orang kebanyakan, yang selalu melihat sesuatu dari satu sisi saja. kami melihat sisi pengorbanan sulaiha dan betapa tidak jujurnya roy dengan apa yang telah diucapkannya. dan saya pikir sahabat kheisya adalah orang yang mampu melihat dari sisi lain dalam artikel ini. namun paling tidak ternyata roy melupakan bagaimana sakitnya ketika banyak orang menjauhinya dan hanya sulaiha lah yang terus bertahan mendampinginya.. hanya sulaiha!! tidak kah kita mempunyai perasaan, kasih sayang, hati nurani jiwa kemanusiaan mungkin? dan kalaupun sulaiha buta dalam pandangan roy pada saat roy belum melihat, tapi sulaihalah yang selalu ada buat roy, seseorang yang mengasihi kita dengan ikhlaslah yang selalu ada buat kita… Pantaskah Kita SIA-SIAkan???? apapun KEADAANNYA!! maka kejujuran dan ketulusan hatilah yang harus kita jaga…
    tks kheisya atas komen nya.

  3. kheisya says:

    hmmm…mgkn kita bs melihat sisi lain dr kisah ini. Bukan tentang kejujuran hati, tapi ketulusan hati. Tidak adil rasanya bila kita serta merta menyalahkan tokoh Roy, dan menganggap dirinya tidak jujur jika hanya berdasarkan penolakannya thd Sulaiha. Siapa yg sebenarnya tidak jujur dlm hal ini, Roy atau Sulaiha?. Krn siapapun itu, jika dia hanya manusia biasa, tak akan bs berlaku jujur dgn hati nuraninya jk dia dihadapkan pada sesuatu yg ia sendiri tidak mengetahui kenyataan sebenarnya. Roy buta, dan dia tidak mengetahui apa2 ttg Sulaiha terutama fisiknya. Yg dia rasa pd Sulaiha hanyalah manifestasi dr kekecewaannya krn tak satupun yg menyayanginya krn ia buta, kecuali Sulaiha.Jika saja Roy dlm keadaan normal(dpt melihat), mgkn dia akan berpikir berkali2 utk menerima Sulaiha (meskipun kondisi Sulaiha tdk buta). Dan salah siapa kalau akhirnya Sulaiha buta krn memberikan matanya utk Roy yg kemudian membuat diapun hrs kehilangan ROy. Yg jelas, disini Sulaiha mempertaruhkan budi baiknya dgn imbalan CINTA. Dia justru menyimpan ketidakjujuran ketika dgn diam2 berkorban utk Roy dan hrs menelan buah pahit dr ketidakjujurannya tersebut. Jika benar2 tulus memberikan matanya utk Roy mk dia tak perlu bunuh diri hanya krn Roy menolak cintanya. Dan seharusnyalah dia dgn JUJUR berani berkata bahwa dia ingin berkorban utk Roy krn cintanya yg TULUS pada Roy. Sehingga Roy pun bs berpikir dgn jernih, dan menggunakan mata hatinya utk melihat KETULUSAN CINTA Sulaiha. Jadi, terkadang kita mudah berjanji dan mengingkarinya bukan krn kita tdk jujur, tp krn kita TAK PERNAH TAHU APA YG MENDASARI KITA UNTUK BERJANJI

  4. setuju petong..
    trima kasih atas kunjungannya..
    ditunggu comment dan kunjungan berikutnyah ya petong..
    sukses buat anda…

  5. belajar ,,
    jujur itu perlu,,
    betapa akan tersiksanya jika qt slalu bohong pada diri sendiri ataupun pada orang lain,.

  6. kak edi……
    mida jadi terharu ngebacanya…..
    ternyata janjinya nggak seperti janji matahari…..
    mantaaaaaaap……!!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>