Nov 8, 2011

Posted by in Kiriman Sahabat | 5 Comments

HIKMAH DARI SETIAP MASALAH

“ Ada seekor burung gereja yang sedang terbang di musim salju.Karena kedinginan, sayapnya akhirnya membeku dan tak bisa digerakkan lagi. Ia pun terjatuh di sebuah tanah lapang yg luas,dan tak berapa lama setelah itu lewat seekor sapi yg tanpa sengaja membuang kotoran tepat di tubuhnya.. Burung gereja sangat kesal,sehingga sumpah serapahpun keluar dari mulutnya .Rupanya tanpa disadari,hangatnya kotoran sapi itu ternyata membuat suhu tubuhnya berangsur normal meski sayapnya belum bisa digerakkan. Tiba tiba muncullah seekor kucing.Burung gereja berusaha utk secepat mungkin terbang tapi ia belum mampu.Ia pun pasrah menerima nasib selanjutnya.

Tapi di luar dugaan kucing tersebut sama sekali tidak mengganggunya, bahkan ia seperti sedang berusaha membersihkan kotoran yg melekat di badan si burung gereja dgn cara menjilati tubuh burung itu.Sehingga akhirnya bersihlah bulu burung gereja dari kotoran. Kondisi burung gereja kembali seperti sediakala dan ia pun sudah bisa terbang kembali. Tapi burung gereja itu justru tak ingin terbang secepatnya. Ia masih ingin menikmati jilatan kucing itu sebagai perlakuan yang memanjakannya. Maka ia pun berpura-pura masih kedinginan sambil tetap berbaring, dengan harapan kucing itu akan menjilatinya lagi. Tapi apa yang terjadi? Melihat badan gereja sudah bersih kucing pun dengan ganas menerkam burung itu .

Burung gereja itu melambangkan perumpamaan orang yang hanya pandai melihat yang “tersurat” saja. Baginya sesuatu yang tidak menyenangkan selalu dianggap buruk dan sebaliknya kejadian yang menyenangkan adalah pasti baik.

Seandainya burung gereja bisa memiliki kepekaan membaca yang tersirat dari sikap tak biasa kucing yg tersurat lewat sikap simpatinya, (naluri alamiah kucing jika melihat burung gereja didekatnya adalah menerkamnya), maka bukan tak mungkin saat itu dia sudah bisa terbang bebas di angkasa.

Memang sulit untuk menyingkap kebenaran yang nyata dari apa yang diperlihatkan secara lahiriah. Tak mudah untuk mengungkapkan ketulusan dibalik kepura-puraan. Namun pengalamanlah yang akan mengajarkan kita untuk mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Jika saja kita bisa menelaah lebih jauh setiap baik dan buruknya peristiwa yang menimpa diri kita maka kita akan bisa mengambil hikmah dari segala sesuatu yang berlaku.
Sebagai contoh  : Ada seseorang yang ditolak saat melamar kerja disebuah perusahaan. Awalnya mungkin ia sangat meratapi kegagalannya itu, namun ketika ia mengetahui bahwa perusahaan itu bangkrut beberapa bulan kemudian ia spontan berubah menjadi sangat bersyukur tidak jadi bekerja disitu.
Tentu saja tak semua orang dapat mengambil hikmah dalam bentuk yang sama disetiap peristiwa yang terjadi pada diri mereka meskipun itu kejadian yang sama. Karena penalaran masing-masing orang tak hanya bergantung pada kemampuan akal, ilmu, dan kepandaian yang dimiliki tapi juga dari ketulusan niat dan kebersihan jiwanya masing-masing. Selama manusia belum memiliki kejernihan pandangan, maka ia tidak akan dapat menemukan jalan yang akan membawanya pada kebenaran.

Keyakinan kita terhadap adanya makna yang tersirat dibalik kemudahan atau kesulitan kita ini ibarat batang lidi yang digunakan untuk menyapu sampah dihalaman, jika lidi itu hanya dua atau tiga batang, tak mungkin digunakan untuk menyapu. Jika lidi itu banyak namun tercerai berai, tetap tak bisa digunakan. Dan kalaupun lidi yang banyak itu diikat menjadi satu, namun panjang masing-masing batangnya tak sama, sapu lidi itu tidak juga punya kekuatan untuk menyapu sampah.
Pelajaran yang bisa diambil adalah, batang lidi itulah keyakinan dan sampah itu ujian dari Allah.  Jelasnya, jika kita tak cukup mempunyai keyakinan yang Islami, maka mustahil kita akan cukup kuat mengatasi ujian-ujian ( cobaan dan musibah ) dari Allah. Karena Allah SWT menguji dan memberikan cobaan melalui hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk serta selalu ada hikmah dibalik semua itu.
Firman Allah SWT : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
Bagaimanakah cara datangnya keyakinan kita terhadap rahasia Ilahi ini? Ada dua cara, pertama melalui pengalaman dan yang kedua melalui berfikir atau tafakur..
Rahasia kesuksesan dan kebahagiaan itu sesungguhnya terletak pada kemampuan kita dalam menyerap makna dari pelajaran-pelajaran yang ada di alam ini untuk diproses lebih lanjut oleh hati dan jiwa menjadi suatu keyakinan yang mantap.

Jadi…

Apabila saat ini semua sahabat mengalami cobaan ataupun masalah, janganlah selalu berfikir negative bahwa itu adalah bencana karena bukan tidak mungkin itu malah merupakan anugrah yang diberikan Allah S.W.T atau Tuhan Yang Maha Esa kapada kita. Aminnnnnn…

“ Sukses buat semua Sahabat “

  1. hmmm…sepertinya udah boleh nih minta honor buat sumbangan tulisan berikutnya heheheh…(just kidding. it’s a pleasure to share a good thing here)

  2. amin andri…
    benar dek… yakinlah bahwa semua yang kita rasakan dan kita alami apabila kita mau sedikit bersyukur
    pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang terhingga.
    trima kasih ya udah mau singgah dan koment di situs ini…

  3. Trima Kasih andi sahabat yang baik..
    semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat buat anda dan semua sahabat yaaa…

  4. cerita anda sangat bagus, tulisan dan makna yang terkandung juga bagus.. trima kasih, saya senang membaca tulisan2 di situs ini. salam sahabat dari saya ANDI.

  5. Andri "buya" Zulhelmi says:

    Amin….! Ya AllahuTUHAN Ya Robbul’alamin…..

    Betul sekali Ketua/ Abgku !
    Kalau semua kita bisa melaksanakan apa dari tujuan/makna dari firman Allah SWT tsb,.maka kita semua tentu akan mendapatkan keBAHAGIAAN yg sebenarnya,baik itu di Dunia maupun di Akherat kelakkk…Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>